Lompat ke konten

SEKOLAH RAKYATAKSI NYATA PUTUS RANTAI KEMISKINANMELALUI PENDIDIKAN


Kemiskinan bukan hanya persoalan ekonomi atau sosial, melainkan juga
persoalan kesempatan dan akses, terutama di bidang pendidikan. Berdasarkan data
Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan nasional pada Maret 2025 tercatat
sebesar 8,47 % atau sekitar 23,85 juta orang, yakni menurun dari 8,57% pada September

Meski menunjukkan tren positif, angka tersebut masih menunjukkan tantangan
besar. Anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap terancam mewarisi kemiskinan
karena keterbatasan pendidikan. Di sinilah Sekolah Rakyat hadir sebagai sebuah
Langkah strategis pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui
jalur pendidikan yang inklusif dan menyeluruh.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif prioritas Presiden Prabowo
Subianto yang dijalankan melalui Kementerian Sosial (Kemensos). Menjelang tahun
ajaran 2025- 2026, Kemensos telah mematangkan konsep dengan menyiapkan lebih
dari 50 lokasi awal. Tujuannya jelas, yakni memberikan akses pendidikan gratis bagi
anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem (desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal

Sosial Ekonomi Nasional/DTSEN) sehingga anak tidak jatuh ke kemiskinan hanya
karena kondisi keluarga. Program ini dirancang untuk menjadi bagian dari kerangka
besar keadilan sosial dan pembangunan manusia yang berkelanjutan, bukan sekadar
intervensi bantuan sesaat.

Sekolah Rakyat tentu bukan suatu program biasa, melainkan terobosan Presiden
dengan asa memberikan Pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sekolah Rakyat menawarkan pendidikan gratis dan menanggung 100% seluruh
kebutuhan siswa, mulai dari seragam, makan, hingga asrama. Lebih dari itu, Sekolah
Rakyat juga memberikan pendekatan terpadu keluarga dan komunitas, di mana tak
hanya siswa saja yang dibantu, melainkan keluarga mereka juga diberdayakan melalui
program-program sosial ekonomi Kementrian Sosial (Kemensos) lainnya.

Lokasi Sekolah Rakyat dipetakan secara strategis berdasarkan peta kemiskinan dan aset
Kemensos serta disebar di seluruh provinsi dengan harapan kemudahan dan keadilan
akses Pendidikan dapat tercapai. Dengan demikian, Sekolah Rakyat bukan hanya
sekolah gratis, tetapi solusi sistemik yang menyinergikan pendidikan dengan
pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.

Seiring dengan peluncuran tahap awal pada Juli 2025, dampak mulai terasa nyata.
Berdasarkan data Kemensos, hingga tahap 1C pada Oktober 2025, terdapat penambahan
65 titik Sekolah Rakyat. Melalui penambahan tersebut, total Sekolah Rakyat kini telah
mencapai 165 titik. Penambahan 65 Sekolah Rakyat ini akan menampung 6.190 siswa
dan 248 rombongan belajar. Tak hanya memberikan akses pendidikan yang lebih luas,
hal ini sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi tenaga pendidik dan pendamping
sosial. Ini menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya membangun manusia yang
cerdas, tetapi juga memperkuat struktur sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *